Melalui rangkaian kunjungan silaturahmi dan dialog interaktif, PLN UP3 Kotamobagu menyambangi jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim yang diterima langsung oleh Bupati Boltim, Manajemen RSUD Bolaang Mongondow Timur, serta PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana pembangunan RSUD Boltim.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi PLN untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kebutuhan kelistrikan secara lebih dini. Salah satu fokus utama adalah memastikan kesiapan pasokan listrik untuk RSUD Boltim, mulai dari masa konstruksi hingga fasilitas kesehatan tersebut memasuki tahap operasional penuh.
Keandalan Listrik RSUD Jadi Prioritas
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan keandalan pasokan listrik bagi fasilitas publik, terutama fasilitas kesehatan, merupakan salah satu prioritas PLN.
Menurutnya, kebutuhan listrik rumah sakit memiliki karakteristik khusus karena operasional sejumlah layanan dan peralatan medis sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh insan PLN untuk terus memperkuat fondasi pelayanan dan menghadirkan kepuasan maksimal bagi pelanggan,” ungkap Usman, (10/9/2026).
Usman menegaskan PLN siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Boltim.
“Kami pastikan PLN siap mendukung penuh pembangunan infrastruktur daerah di Bolaang Mongondow Timur, khususnya fasilitas pelayanan publik seperti RSUD. Pasokan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan adalah komitmen kami untuk mendorong kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Usman.
Skema Kelistrikan Dibahas Sejak Tahap Konstruksi
Dalam pertemuan teknis bersama manajemen RSUD Boltim dan PT Brantas Abipraya, PLN membahas kebutuhan daya serta aspek keandalan pasokan listrik yang diperlukan untuk menunjang pembangunan dan pengoperasian rumah sakit.
Koordinasi dilakukan sejak tahap konstruksi agar kebutuhan kelistrikan dapat dipetakan lebih awal. Hal ini sekaligus memungkinkan penyiapan infrastruktur dan skema pelayanan listrik yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas tersebut ketika nantinya beroperasi penuh.
Rumah sakit membutuhkan tingkat keandalan listrik yang tinggi karena berbagai aktivitas pelayanan kesehatan harus berlangsung secara berkesinambungan. Karena itu, aspek kesiapan pasokan menjadi bagian penting dalam mendukung operasional RSUD Boltim.
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Ade Arrang Malle Mantiri, mengatakan momentum Harpelnas dimanfaatkan PLN untuk turun langsung ke lapangan dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih konkret.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat, mendengarkan secara langsung kebutuhan, dan menyerap aspirasi pelanggan. Melalui komunikasi dan koordinasi intensif sejak dini, kami dapat memetakan kebutuhan kelistrikan secara presisi serta mempersiapkan infrastruktur pendukung yang tepat dan optimal,” ujar Ade.
Sinergi PLN dan Pemangku Kepentingan
Ade menambahkan, keberhasilan penyediaan layanan kelistrikan membutuhkan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, pengelola fasilitas publik dan mitra kerja.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar perubahan kebutuhan di lapangan dapat direspons lebih cepat sekaligus memastikan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan mampu mendukung perkembangan fasilitas dan aktivitas masyarakat.
Bagi PLN, pendekatan proaktif seperti ini menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang tidak hanya bersifat responsif ketika terjadi gangguan, tetapi juga melakukan antisipasi sejak kebutuhan pelanggan mulai direncanakan.
RSUD Boltim Apresiasi Koordinasi PLN
Direktur RSUD Bolaang Mongondow Timur, dr. Randya Permadi, menyambut positif kunjungan dan koordinasi yang dilakukan PLN UP3 Kotamobagu.
Menurutnya, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan hingga operasional rumah sakit. Koordinasi sejak tahap awal dinilai memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk mempersiapkan kebutuhan kelistrikan secara lebih matang.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kunjungan serta koordinasi aktif dari jajaran PLN. Bagi kami, kepastian dan keandalan pasokan listrik adalah salah satu pilar vital dalam keberhasilan pembangunan serta operasional fasilitas kesehatan kelak. Koordinasi sejak awal ini memberikan kepastian bahwa RSUD Boltim dapat melayani masyarakat secara maksimal tanpa kendala kelistrikan,” ungkap dr. Randya.
Melalui rangkaian kegiatan Harpelnas 2026 tersebut, PLN UP3 Kotamobagu di bawah naungan PLN UID Suluttenggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak di Kabupaten Boltim.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan kelistrikan untuk fasilitas publik dan proyek strategis daerah dipersiapkan secara tepat, sekaligus mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi RSUD Boltim, kesiapan kelistrikan sejak tahap pembangunan menjadi bagian penting menuju kesiapan operasional. Sementara bagi PLN, koordinasi sejak dini merupakan bentuk pelayanan proaktif untuk memastikan pasokan listrik dapat mendukung fasilitas kesehatan yang nantinya menjadi bagian dari pelayanan publik di Bolaang Mongondow Timur. (Rls/Ajl)
