Aliansi Sopir Dump Truk Dukung Aparat Kepolisian Tertibkan Penimbun Solar Ilegal Aliansi Sopir Dump Truk Dukung Aparat Kepolisian Tertibkan Penimbun Solar Ilegal - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Aliansi Sopir Dump Truk Dukung Aparat Kepolisian Tertibkan Penimbun Solar Ilegal

27 April 2026 | 21:41 WIB Last Updated 2026-05-24T03:54:10Z


William Luntungan. (foto: istimewa)

MANADO - Kelangkaan bahan bakar jenis solar di Sulawesi Utara (Sulut) kembali menuai sorotan. Aliansi Sopir Dump Truk Sulut pun berencana menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kelangkaan tersebut.

Koordinator Aliansi Sopir Dump Truk Sulut, William Luntungan, mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan tanpa alasan. Penyebabnya, antrean panjang karena mobil-mobil penimbun solar bolak-balik di SPBU.


“Rencananya kami akan melakukan aksi pada 1 Mei, lokasinya di Kantor Pertamina Manado,” ujar William Luntungan, Senin (27/4/2026).


Ia menjelaskan, aksi ini dipicu oleh masih terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya bagi sopir dump truk yang kesulitan mendapatkan solar. “Yang kami lihat di lapangan, antrean masih panjang. Sopir harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan solar,” jelasnya.


Dalam rencana aksi tersebut, para sopir akan membawa dua tuntutan utama. Pertama, meminta pihak Pertamina untuk segera menindaklanjuti persoalan kelangkaan solar serta memperketat pengawasan distribusi.


“Kami minta Pertamina serius menangani masalah ini. Setahu kami ada bidang pengawasan, jadi harus benar-benar didifungsikan,” ujar William Luntungan.


Lanjutnya, mereka juga akan mendesak pihak Pertamina agar lebih memperketat pengawasan di setiap SPBU. Kenaikan harga Dexlite Rp 9000 perliter membuat para penimbun solar makin serakah, dimana, di lapangan satu kendaraan saja bisa bolak-balik di SPBU setiap hari.


Penyalahgunaan barcode juga menjadi salah satu bukti kegagalan pihak Pertamina. Malah menurutnya, terindikasi ada kerjasama pemilik SPBU, Pertamina dan para mafia solar untuk menguras solar dan menjual kembali dengan keuntungan yang berlipat ganda.


“Apalagi kita tau jelas pemilik-pemilik SPBU kebanyakan adalah pejabat-pejabat di Sulut baik eksekutif maupun legislatif," tegas William Luntungan.


Kedua, mereka mendukung Polda Sulut dan jajaran di bawahnya untuk kembali melakukan operasi penertiban dan penindakan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya pada tahun lalu.


“Kami mendukung Kapolda, Kapolres terutama Kapolresta Manado untuk turun tangan. Dulu saat ada operasi, mafia solar langsung hilang dan antrean berkurang, Kami berharap itu bisa dilakukan lagi,” tambahnya.


William Luntungan berharap nantinya akan ada perhatian dari Gubernur, untuk dapat memperhatikan nasib para sopir Dump Truk agar antrian BBM dapa kembali normal seperti Oktober hingga akhir tahun 2025 lalu.


(***)

 

Ads Ads
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close